Time.

Belakangan ini aku merasa waktu semakin cepat bergulir, bagaimana tidak sekarang sudah menjelang akhir tahun 2015, begitu banyak kisah yang belum tersampaikan, usiaku sebentar lagi menginjak angka 23 tahun, bukan lagi waktunya untuk bermain-main seperti dulu, saatnya mulai memikirkan masa depan, and it scares me the most.

Begitu banyak pencapaian di tahun ini, aku sudah mulai tahu kemana arah karir yang kupilih, aku tahu berapa banyak yang harus aku tabung, dan berapa banyak yang harus aku spend untuk hiburan. Namun apakah yang kulakukan ini akan cukup untuk menghidupi masa depanku, jika kupikirkan lagi, hal ini membuatku takut.

Waktu berjalan, usiaku bertambah, dan begitu juga usia kedua orang tuaku, apakah masih cukup waktu untukku membuat mereka bangga dengan melihatku menjadi orang yang sukses, apakah masih cukup waktu mereka mendampingiku saat hari pernikahanku, apakah masih cukup waktu untuk mereka menggendong cucu-cucunya? hal-hal ini seakan masih jauh di depan mata, dan ya, ini membuatku takut, takut waktu merenggut segalanya tanpa memberiku kesempatan.

Dengan siapa aku akan menghabiskan sepanjang hidupku? Hal yang telah dirancang matang-matang dipikiran tidak berjalan sebagaimana seharusnya, aku lelah untuk bertahan, dan sama lelahnya untuk memulai segala seuatu mulai dari nol lagi. Apa yang harus aku lakukan ketika semua rancangan seorang manusia ini harus berakhir di tengah perjalanan, hingga akhirnya ia kehilangan arah saat mencapai tujuannya.


I can do all things through Christ who strengthens me - Philippians 4 : 13



This entry was posted on Tuesday, October 20, 2015. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply