Kimba

Kira-kira sebulan yang lalu, papa pulang ke rumah dengan membawa seekor anak anjing. Anjing tersebut dibuang oleh majikannya entah apa sebabnya, karena kasihan papaku membawa anjing itu pulang ke rumah, tapi hanya untuk sementara. Mama ngotot mau memelihara anjing lucu tersebut, tapi papa menolak karena rumahku sempit dan aku sudah memiliki dua ekor anjing yang cukup berisik dan nakal. Kata papa, Kimba hanya tinggal di sini sampai ia menemukan orang yang mau mengadopsinya. Ya, anjing itu kuberi nama Kimba. Kata mama, Kimba adalah nama sebuah film kartun jaman dulu yang bercerita tentang seekor binatang yang suka menolong, ntahlah. Aku hanya suka karena nama itu berakhiran huruf "A" sehingga sama dengan nama dua anjingku yang lainnya, yakni Alexa dan Cika.

Selama dua hari Kimba tinggal di rumahku, dua hari sudah cukup membuat aku menyukainya. Ia anjing yang cerdas dan aktif. Buktinya Kimba bisa disuru salaman, padahal baru beberapa kali aku mengajarinya. Sampai akhirnya, aku menemukan seseorang yang mau mengadopsinya, yakni Amanda, teman gereja ku. Rumah Amanda ada di seberang gereja, sehingga aku berpikir akan mudah menemui Kimba jika aku kangen, Amanda juga memilik tiga ekor anjing, jadi sudah pasti iya bisa merawat Kimba dengan baik. Aku membawa Kimba menuju tempat tinggalnya yang baru, ia tampak senang di sana, karena ada pekarangan yang cukup luas untuknya bermain.

Beberapa minggu kemudian.. Ya, tepatnya hari ini. Aku mendapat kabar kalau Kimba mati. Aku sedih, namun tidak begitu syok, karena beberapa hari yang lalu Amanda sudah mengabari aku kalau Kimba muntah darah dan tidak mau makan. Saat itu aku sangat cemas dan sudah pasrah, bahkan sempat menangis, namun tetap berharap tidak terjadi apa-apa pada Kimba. Papaku bilang, kalau mendadak muntah darah pasti diracuni orang. Ya, dan Amanda juga mengutarakan hal yang sama, ia menduga ada orang yang meracuni Kimba, karena dulu beberapa anjingnya juga mati dengan tidak wajar. Aku sempat menyesal, mengapa tidak aku saja yang memelihara Kimba, kalau di sini pasti dia tidak diracun orang dsb, namun ya semua sudah terjadi.

..

Dari umur tiga tahun hingga saat ini, aku selalu hidup bersama anjing dan hewan lainnya, bahkan aku pernah memelihara monyet. Mungkin hal itu yang membuat aku begitu mencintai hewan khususnya anjing. Dari kecil aku sudah tau apa yang aku sukai, yaitu hewan dan dari kecil juga aku sudah tau apa yang aku benci, yaitu orang yang menyakiti hewan. Aku pernah menulis hal tersebut pada akun friendster-ku saat aku masih SD, aku menulis di profile ku bahwa aku membenci orang yang menyakiti hewan. Aku benci dengan anak-anak kecil yang mempermainkan anak kucing yang tidak berdaya, aku pernah dalam hati mengutuki orang yang menyiram seekor kucing dengan air panas, aku pernah bersumpah serapah saat melihat seorang laki-laki menendang seekor kuncing dengan kerasnya, aku menangis histeris dan turun di jalan saat papaku menabrak seekor kucing, aku bahkan pernah hampir membenci tante ku sendiri yang menyemprot anjingku dengan obat nyamuk hingga akhirnya tewas, dan kini rasa kebencian itu rasanya kembali datang membakar hatiku saat ada orang yang meracuni Kimba. Ya, aku sudah mengutuki pembunuh itu dengan berbagai hal yang akan membuatnya celaka. Aku jahat? aku tidak peduli. Orang-orang seperti itu akan mendapat balasannya suatu hari nanti, aku orang yang percaya bahwa "Karma Exists". Saat ini rasa kesedihanku kalah dengan amarahku terhadap orang-orang yang menurutku tidak punya hati dan otak.
Bagi kalian yang tidak mempunyai hubungan erat dengan hewan, mungkin menganggapku orang yang berlebihan, namun bagi orang penyayang binatang pasti mengerti apa yang kurasakan.

Pernah suatu kali, mama bertengkar dengan tetangga, karena tetanggaku tiba-tiba saja datang ke rumahku dan berteriak-teriak menyumpah anjingku, Fender, agar mati, dan berkata akan meracuni anjingku. Mama sangat marah, mereka pun perang mulut di jalan, kemudian suami tetanggaku keluar, papaku juga keluar, ya.. ribut. Tetangga yang lain akhirnya melerai. Sayangnya saat itu aku sedang sekolah, kalau tidak pasti akan lebih seru :P Jadi ternyata, tetanggaku menyangka bahwa anjingku buang kotoran di depan rumahnya, padahal anjingku SAMA SEKALI tidak pernah keluar dari rumah, dan saat mereka menunjukkan "bukti" tersebut, itu sudah jelas kotoran kucing, bukan anjing. Tidak sepantasnya mereka datang ke rumahku dan menyumpahi Fender saat itu, tentu saja mamaku marah, semua anjingku sudah seperti keluargaku, jadi jika ada siapapun yang berani menyakiti anjing-anjingku, sama saja berurusan dengan keluargaku. Hingga saat ini, keluargaku tidak pernah bicara lagi dengan mereka, mereka sepertinya malu karena salah duga, jadi selalu menghindar dan hampir tidak pernah keluar rumah. Kejadian ini sudah 5 tahun yang lalu terjadi sepertinya, hanya karena seekor anjing kini keluarga tersebut menjadi ansos, sepele kan?

Mama juga pernah marah besar dengan seseorang, karena saat itu Alexa sedang di rawat di RS karena infeksi rahim, dan harus dioperasi. Lalu orang tidak berotak itu dengan santainya berbicara kepada mama "anjing mu masuk RS ya? hahahha saya sumpahin cepet mati ya". Lanjutannya, ya begitulah. Kadang orang berbicara seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain, keluargaku sudah berkorban  banyak, waktu, tenaga, uang, untuk menyelamatkan nyawa Alexa yang saat itu di ambang maut, namun ada saja orang yang dengan mudahnya malah menyumpahi Alexa cepat mati. Entahlah, kalau mereka bilang itu bercanda, ya bercandaan orang-orang bodoh.

Jika aku ceritakan semua, masih banyak cerita "sepele" lainnya yang menyakiti hatiku, dan membuat aku menangis. Sudahlah, malah akan menambah rasa benciku kepada mereka.

So guys, please SAVE, CARE and LOVE animals. Stop Animal abuse.

Dogs are not our whole life, but they make our lives whole" ~Roger Caras

me & kimba

This entry was posted on Tuesday, October 1, 2013 and is filed under ,,. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

5 Responses to “Kimba”

  1. hi, gak sengaja nyasar kesini..
    kimbanya lucu, sedih banget deh ada org yg jahatin anjing lucu bgitu.
    terus kok bisa tetangga2 mu jahat sih sama anjing sampe pake nyumpah2in bgitu? kecuali anjingnya emang galak banget n suka gigit orang lewat mereka gak sepantasnya ngomong kyk gitu! Sebagai sesama pencinta binatang i can say i know how u feel...

    ReplyDelete
  2. Di Manado sering banget tuh anjing diracunin trus diculik.. Anjing terakhir dirumahku juga gitu, sampe ortu akhirnya males miara krn kesian klo anjingnya di bunuh :( Sabar yah Fer..

    ReplyDelete
  3. @mel : ga tau say tetanggaku aneh, padahal anjingku miniature pinscher yang unyu2 banget :(

    @pypy : iya thanks pypy jahat banget yah orang pada begitu :(

    ReplyDelete
  4. Hi, nemu blog ini, dan post pertama udah bikin gue langsung follow blog lo.
    I'm an animal lover too, juga pernah ngerasain ditinggal anjing berkali2... pernah juga anjingku mati krn diracuni. =(((
    Tapi gue yakin Kimba pasti udah save and sound di atas sana yah, Fero. =)

    ReplyDelete
  5. @sanguines : halooo... ia nih kadang2 males juga piara anjing soalnya sedih kalo mati :''(

    ReplyDelete