China Castle


Hari Rabu yang lalu gue dan kawan-kawan tamasya ke daerah Pasar Lama, Tangerang guna menunaikan amanah dari Pak Dosen Indiwan yakni untuk mengadakan observasi terhadap Komunitas Cina Benteng, dan tugas ini merupakan tugas UTS kami, cukup girang karena gak ada UTS tertulis :')


Komunitas Cina benteng di Tangerang ada di beberapa lokasi, kami memilih melakukan observasi di daerah Pasar Lama, karena ini yang paling deket sama kampus. Nah, di dalem Pasar Lama ini berdiri sebuah klenteng bernama "Boen Tek Bio". Kami masuk ke dalam klenteng dan akhirnya menemui salah satu pengurus klenteng yang biasa di panggil "Engkong", gak tau si engkong ini namanya siapa, pokoknya panggil aja engkong. Si ngkong menjelaskan secara di detail mengenai asal mula Cina Benteng, dan segala macam tradisinya. Kebetulan saat kami interview si engkong, ada wartawan dari media mana gitu gue lupa, kalo ga salah koran republika, dia nanya-nanya banyak ke si engkong, alhasil kita orang nebeng aja sama pertanyaan ni wartawan :P soalnya bingung juga mau nanya apa, gak ada persiapan.





Si engkong ngejelasinnya detail banget, jujur aja gue gak terlalu dengerin, soalnya kan sambil rekam, gue mikir nanti aja di rumah dengerin lagi, soalnya bosen banget kayak dengerin dongeng pelajaran sejarah gitu, mana dia sebutin tahun-tahunnya, tambah puyeng gue, jadi manggut-manggut aja iya-iya ._. 
Intinya, jaman dulu itu ada Benteng pertahanan Belanda, dan banyak rakyat Cina tinggal di sekitar situ, jadi namanya lama-lama disebut Cina Benteng, gitu deh. Gue mulai nyimak pas dia bahas tentang tradisi Cina Benteng, misalnya mengenai perayaan-perayaan, cara ibadah, tari-tarian, pakaian, dsb. Walaupun namanya Cina Benteng, kebanyakan dari mereka tidak bisa berbahasa Cina, baik itu mandarin dsb, tapi mereka tetap melestarikan tradisi, begitu kata si engkong.  Budaya Cina Benteng telah beralkulturasi dengan budaya betawi, jadi kayak misalnya pakaian betawi, kebaya dan baju koko. Begitu juga musik dan tarian yang biasa disebut kesenian campuran betawi-tionghoa, yakni gambang kromong. Agama mereka pun beragam mulai dari Konghucu, Buddhisme,Katholik, Protestan, Pemujaan Leluhur, dan ada sedikit yang beragama Islam. Keturunan Cina Benteng mempunyai ciri-ciri fisik  kulitnya yang sedikit lebih gelap dibandingkan warga keturunan China lainnya di Indonesia, mereka lebih mirip dengan orang-orang Vietnam ketimbang orang Tiongkok. Ya, itu sedikit mengenai siapa itu Cina Benteng, dan 2 minggu lagi tugas UTS gue harus dikumpul dalem bentuk video, semoga dapat nilai yang baik, walau sampe saat ini sama sekali belum disentuh tugasnya .Terimakasi yah engkong yang kami gak tau namanya :') dikasi buku juga lagi yang isinya tentang cina benteng, memudahkan tugas kami :')

engkong

Kelar wawancara si engkong, karena ini di Pasar.. banyak jajanan wuhuuuu. Gue beli kue rangi yang udah jarang banget gue temuin di Jakarta, kalo dulu tuh banyak abang kue rangi lewat, sekarang sama sekali gak pernah liat gue :( terus kita jajan es podeng juga :9 ini sih banyak di Tangerang, tapi yah embat ajalah mumpung ada :D




Abis jajan, perut masi meraung minta diisi, kami pun cabut menuju tempat makan yang gue lupa namanya, pokoknya di sini makan ayam bakar tulang lunak, lumayan enak dan harga terjangkau :9 Makan, ngobrol, sambil main gitar, rasanya udah kayak tamasya.




Tugas kelar (padahal belum), perut kenyang, hari sudah senja, kamipun kembali ke kampus dan setelah itu balik ke rumah masing-masing. Hari yang menyenangkan, gue selalu seneng kalo gue ngelakuin sesuatu yang baru ato ngedatengin tempat yang belum pernah gue datengin sebelumnya ;)


New experience :)


This entry was posted on Friday, October 12, 2012 and is filed under ,,,,,,. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply