my life, my experience

dunia baru !
ya, dunia perkuliahan
sekarang aku tidak lagi menjadi seorang siswa, tapi ada tambahan gelar maha di depan kata siswa.
mahasiswa.
aku cukup bangga dengan gelar ini, dan aku akan semangat menjalani masa-masa ini.
juga berusaha menikmati kesempatan ini.

jauh.
oke, tempat kuliahku cukup jauh dari rumah.
jakarta-tanggerang. dan aku memutuskan untuk pulang pergi.
kalian : kenapa gak kos aja?
jawaban : ga boleh sama mama.
ya, mama takut aku menjadi anak yang liar di luar sana. hidup tanpa pengawasan mereka, membuat mereka khawatir dan tidak mengijinkan aku untuk kos.
tapi, tak apa. aku menikmati perjalananku selama ini.
aku tidak menghibur diri, aku sungguh menikmati perjalananku dari rumah menuju kampus, dan sebaliknya.

bus.
kini benda tersebut menjadi sahabatku.
selama 18 tahun hidupku, bisa dihitung dengan jari aku menaiki kendaraan ini. bahkan jari yang ada di 1 tangan.
pertama-tama aku merasa cemas di perjalanan.
kata dosenku, cemas berbeda dengan takut.
takut : sesuatu yg kita lihat, dan nyata;jelas
cemas : belum kita lihat, tidak nyata, belum terjadi, masi dibayangkan;tidak jelas
jadi aku cemas, karena aku memikirkan segala sesuatu yang sebenarnya mengada-ngada, dan agak berlebihan.
bagaimana kalau ada copet, aku teriak lalu aku dibunuh, atau diculik oleh supir bus, dsb
setelah 1 minggu berlalu, kini aku tahu semua yang dipikiranku itu bisa dibilang : lebay
naik bus, tidak sekejam dan mengenaskan seperti apa yang aku pikirkan selama ini.

kembali ke 2 paragraf sebelum ini, mengapa aku menikmati perjalananku?
padahal apa nikmatnya? bus umum itu panas, berdesakan, bau, banyak pengamen, dsb dsb dsb
ya, itu semua adalah hal-hal yang selalu aku perhatikan sepanjang perjalananku.
bisa dibilang, perjalanan selama 1,5 jam selalu tidak begitu terasa lama oleh karena aku memperhatikan sekelilingku. hal-hal kecil dan tidak penting menjadi menarik untuk aku perhatikan.
mulai dari :
obrolan si supir dan kondektur bus mengenai masalah jadwal ngetem.

pengamen yg sama dan menyanyikan lagu yang sama beserta kata-kata pengantar yang sama.
misalnya, si pengamen yg berparas slengekan, rambut gondrong, kurus namun lengannya berotot, bertato, memakai kaos gombrong lengan buntung, kalung dan gelang seperti rocker tapi ada juga ada unsur reggae, mata sayu,wajah kusam, dan membawa gitar. ia selalu membacakan puisi untuk ibunya dengan nada yang menyayat hati, kemudian menyanyikan lagu ibu pertiwi dan Indonesia tanah air beta.
( selama 1 minggu, aku 3x melihatnya di bus dgn menyanyikan lagu yang sama)

aku selalu memberikan uang recehku kepada setiap pengamen. bisa dibilang aku mengeluarkan uang untuk para pengamen setara tarif bus. aku hanya ingin menghargai apa yang mereka usahakan, setidaknya mereka menyanyi dan bukan meminta-minta. maaf saja, aku tidak memberikan recehanku kepada mereka yang hanya meminta-minta atau menyanyi asal-asalan . contohnya tadi sore, seorang datang dan meminta-minta di bus, ia berbicara kurang lebih seperti ini "lebih baik saya meminta-minta daripada mencuri atau menodong, tolong hargai saya yang meminta ini dan tidak menodong, apalah artinya seribu dua ribu uang bapak ibu untuk membeli sebungkus nasi dan sebatang rokok untuk malam hari. kita sama-sama manusia sama-sama punya perut, saya juga bisa merasakan lapar, jadi tolong hargailah saya yang meminta ini dan tidak mencuri atau menodong, apalah arti recehan bapak ibu bila besar upahnya disurga "
see? what the hell .

"hargailah saya yang meminta ini dan tidak mencuri atau menodong"
mencuri dan menodong memang hal yg seharusnya tidak dilakukan, jadi kalau tidak melakukan itu, itu adalah hal yang wajar dan memang semestinya. lalu apa yang harus kami hargai jika anda tidak menodong? kecuali anda bernyanyi atau berorasi baca puisi dsb, itu akan kami hargai.

"untuk membeli sebungkus nasi dan sebatang rokok untuk malam hari"
sudah susah, meminta-minta, dan anda masi berpikir untuk membeli rokok?

" besar upahnya disurga"
apakah upah kami akan besar di surga bila membantu orang untuk membeli rokok?

ya, cukup panjang kalimat yang kutuangkan hanya untuk membahas tentang pengamen dan sejenisnya.
begitu pula saat perjalananku di bus. semua yang kutulis inilah yang bergulir diotakku sepanjang perjalanan, dan tak terasa dengan memikirkan hal ini saja sudah berapa kilometer yang kulewati.

belum lagi hal lainnya yang kuperhatikan,
kadang aku memperhatikan setiap penumpang yang ada. kadang aku memperhatikan jalanan. kendaraan lain. gedung. orang-orang di jalan.
semua hal bisa dijadikan objek yang menarik untuk diperhatikan. dan tidak terasa aku sudah tiba di tempat tujuanku.

aku sungguh belajar banyak hal.
padahal baru satu minggu aku menempuh perjalana ini.
aku tidak sabar, untuk pengalaman dan pelajaran lain yang akan kutemui esok hari :)











This entry was posted on Tuesday, September 27, 2011. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply